Media
berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang
secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi dapat dipahami bahwa
media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan. Komunikasi (Association of Education and Communication Technology (AECT))
di Amerika memberi batasan yaitu: Media sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi.
Pengertian
media menurut beberapa ahli, yaitu:
·
Gagne (1970) menyatakan bahwa media
adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.
·
Bringgs (1970) berpendapat bahwa
media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang
siswa untuk belajar.
·
Mc. Luhan dalam Arif S. Sadiman
(1984) berpendapat bahwa media adalah sarana yang juga disebut channel, karena
pada hakekatnya media memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk
merasakan, mendengarkan, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu
yang hampir tak terbatas lagi.
·
Santoso S. Hamidjojo dalam Amir
Achsin (1980), media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang menyebar
ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima.
Dalam dunia pendidikan kita mengenal peragaan atau keperagaan. Ada yang lebih senang menggunakan
istilah peragaan. Tetapi ada pula yang senang yang menggunakan istilah
komunikasi peragaan. Sehinngga dipopulerkan istilah baru yakni “Media pendidikan”.
Media
pendidikan sebagai alat bantu memiliki ciri-ciri:
1. Media pendidikan identik artinya dengan pengertiankeparagaan yang berasal
dari kata raga, suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat
diamati.
2. Tekanan utama terdapat pada benda atau hal-hal yang bisa dilihat dan
didengar.
3. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam
pengajaran, antara guru dengan siswa.
5. Berdasarkan (3) dan (4), maka pada dasarnya media pendidikan merupakan
suatu “perantara” (medium, media) dan digunakan dalam rangka pendidikan.
6. Media pendidikan mengandung aspek yaitu sebagai alat dan sebagai teknik,
yang sangat erat pertaliannya dengan metode mengajar.
Berdasarkan dari ciri-ciri umum media pendidikan, dapat disimpulkan bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan teknik digunakan dalam rangka mengaktifkan komunikasi dan interaksi
antar guru dan siswa dalam prose pendidikan dan pengajaran disekolah.
·
Media Visual
1.
Media yang
tidak diproyeksikan
a)
Media realia adalah
benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa
dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat
memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari
keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ
tanaman.
b)
Model adalah benda
tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari
benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu
sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan,
pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c)
Media grafis tergolong
media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari
media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan
mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya
dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
o
Gambar atau photo,
yang umum digunakan.
o
Sketsa yaitu gambar
sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan
sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas
pesan.
o
Diagram / skema yaitu gambar
sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari
obyek tertentu secara garis besar.
o
Bagan / chart yaitu
menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa.
Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian.
Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram,
kartun, atau lambang verbal.
o
Grafik: gambar
sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu
yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2.
Media proyeksi
a)
Transparansi OHP
merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas
tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus
membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak
(Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik
pembuatan media transparansi, yaitu:
o
Mengambil dari bahan
cetak dengan teknik tertentu
o
Membuat sendiri secara
manual
b)
Film bingkai / slide
adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2×2
inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama
lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas
visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya
produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan
dibutuhkan proyektor slide.
·
MEDIA AUDIO
1.
Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan
untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa
kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan
dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup
efektif.
2.
Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan
di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya
pengadaan dan perawatan murah.
·
MEDIA AUDIO-VISUAL
1. Media video
Media video merupakan salah satu jenis media
audio visual, selain film yang banyak dikembangkan untuk keperluan
pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2. Media komputer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain.
Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat
digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung
dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu
serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
·
Menurut Mulyasa (2006) dalam
bukunya menyebutkan bahwa bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara
lain:
1.
Bahan cetak, seperti modul, buku ,
LKS, brosur, hand out, leaflet, wallchart
2.
Audio
Visual, seperti video/ film,VCD
3.
Audio, seperti radio,
kaset, CD audio, PH
4.
Visual, sperti foto, gambar,
model/ maket
5.
Multi Media, seperti CD
interaktif, computer Based,
Internet
1.
Ketepatan dengan tujuan
pembelajaran.
2.
Dukungan terhadap isi atau konten
pelajaran.
3.
Kemudahan memperoleh media.
4.
Keterampilan guru dalam
menggunakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar